Tentang Penerima
Yayasan Sinema Manuproject adalah lembaga non-profit yang fokus pada produksi film dokumenter dan edukasi sinema di wilayah Danau Toba. Didirikan oleh sineas Batak, yayasan ini berkomitmen mengangkat narasi budaya lokal melalui media film.
Pengalaman
- Produksi 15+ film dokumenter tentang budaya Batak
- Penyelenggara festival film Danau Toba sejak 2018
- Workshop sinema untuk pemuda Batak di 5 kabupaten
- Kolaborasi dengan filmmaker internasional
Tentang Kegiatan
Program pengembangan ekosistem perfilman lokal di Samosir melalui pelatihan, produksi film pendek, dan festival, dengan fokus pada dokumentasi warisan budaya Batak Toba.
Bagot dalam bahasa Batak berarti 'cerita'. Program Bagot Film bertujuan membangun ekosistem perfilman lokal di Pulau Samosir yang dapat mendokumentasikan dan menceritakan kembali warisan budaya Batak Toba kepada dunia.
Program ini meliputi pelatihan sinema intensif untuk pemuda lokal, produksi 5 film pendek tentang tema budaya, dan penyelenggaraan festival film mini di Samosir. Output film didistribusikan melalui platform digital dan festival film nasional.
Latar Belakang
Meskipun budaya Batak Toba sangat kaya, dokumentasi visualnya masih minim. Pemuda lokal jarang terlibat dalam produksi konten budaya. Program ini ingin mengubah paradigma dari objek menjadi subjek dokumentasi.
Tujuan & Sasaran
Tujuan
- Melatih 20 pemuda lokal dalam produksi film
- Memproduksi 5 film pendek bertema budaya Batak
- Menyelenggarakan festival film mini di Samosir
- Mendistribusikan film ke festival nasional
Sasaran
- 20 peserta pelatihan
- 5 film pendek (5-15 menit)
- 1 festival film lokal
- 3+ festival nasional
Hasil Kegiatan
Koleksi Bagot Film 2022
5 film pendek dokumenter tentang budaya Batak: Tor-Tor, Ulos, Gondang, Parmalim, dan Huta
Lihat DetailFestival Bagot Film Samosir
Festival film mini dengan 300 penonton dan 15 film peserta
Dampak & Capaian
Penerima Manfaat
"Sebelumnya saya tidak pernah menyangka bisa membuat film. Sekarang saya sudah punya portfolio dan ingin terus berkarya."