Tentang Penerima
Yusup Sapari adalah sutradara dan pegiat sinema komunitas yang percaya bahwa film bukan hanya milik kota besar. Melalui program Sinema Di Desa, ia membawa layar lebar ke pelosok-pelosok desa di Jawa Tengah yang tidak pernah mengenal bioskop.
Pengalaman
- Sutradara film pendek sejak 2012
- Pendiri Komunitas Film Kebumen 2015
- Penyelenggara 50+ pemutaran film di desa
- Fasilitator workshop pembuatan film untuk pemuda desa
Tentang Kegiatan
Program pemutaran film dan edukasi sinema keliling ke 20 desa di Kabupaten Kebumen, dilengkapi workshop pembuatan film sederhana untuk pemuda desa.
Sinema Di Desa adalah gerakan untuk mendemokratisasi akses terhadap film berkualitas. Banyak masyarakat desa di Indonesia tidak pernah menginjakkan kaki di bioskop, padahal film adalah media yang powerful untuk pendidikan dan inspirasi.
Program ini tidak hanya memutar film, tetapi juga mengadakan diskusi pasca-pemutaran dan workshop singkat tentang cara membuat film menggunakan smartphone. Tujuannya adalah membangun apresiasi sekaligus kemampuan bercerita visual di kalangan pemuda desa.
Latar Belakang
Kebumen adalah kabupaten dengan banyak desa terpencil yang tidak memiliki akses ke bioskop. Anak-anak dan pemuda di sana hanya mengenal film dari televisi atau YouTube dengan kualitas dan kurasi yang tidak optimal.
Tujuan & Sasaran
Tujuan
- Menyelenggarakan pemutaran film berkualitas di 20 desa
- Mengadakan diskusi film untuk membangun apresiasi
- Melatih 40 pemuda desa membuat film smartphone
- Memproduksi 10 film pendek karya pemuda desa
Sasaran
- 20 desa terjangkau
- 2.000 penonton langsung
- 40 pemuda terlatih
- 10 film pendek diproduksi
Hasil Kegiatan
20 Pemutaran Film Desa
Pemutaran film berkualitas di 20 desa dengan total 2.300 penonton
10 Film Pendek Karya Pemuda
Kompilasi film pendek hasil workshop, durasi 3-10 menit per film
Lihat DetailWorkshop Smartphone Filmmaking
4 sesi workshop dengan 40 peserta dari 20 desa
Dampak & Capaian
Penerima Manfaat
"Ini pertama kalinya saya nonton film di layar besar. Ternyata filmnya bisa sebagus ini, bukan cuma sinetron."