Langkah Praktis
Ikuti alur ini agar pengerjaan tetap rapi dan konsisten.
- 01
Baca peta 4 klaster layanan dulu
Kelompokkan program ke dalam klaster: fasilitasi, produksi kegiatan, produksi media, dan layanan kajian agar Anda tidak membandingkan program yang tidak setara.
- 02
Tandai program dengan batas pengusul
Beri penanda khusus pada program yang tidak menerima semua tipe pengusul: SI, DI, KS, PKB, dan SCH.
- 03
Cek status pendaftaran dan jalur akses
Pastikan status program terbuka untuk publik. Kegiatan Strategis hanya melalui undangan dan tidak melalui jalur pendaftaran umum.
- 04
Cocokkan dengan output kegiatan yang ingin dicapai
Pilih program yang paling nyambung dengan output nyata kegiatan Anda (contoh: dokumentasi, distribusi, restorasi, penguatan organisasi, atau kewirausahaan budaya).
- 05
Susun shortlist akhir
Tentukan 1 program prioritas utama dan maksimal 1 cadangan yang masih satu arah dengan tujuan kegiatan Anda.
Checklist Kepatuhan
Pisahkan mana yang wajib, kondisional, dan opsional sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
-
Peta 12 Program
- DI — Dukungan Institusional bagi Organisasi Kebudayaan.
- DIB — Dukungan Interaksi Budaya.
- PKB — Program Kewirausahaan Budaya.
- RPAB — Restorasi dan Pemeliharaan Artefak Budaya.
- SCH — Sustainable Cultural Heritage.
- KS — Kegiatan Strategis (jalur undangan).
- SI — Sinema Indonesia.
- PRP — Pendayagunaan Ruang Publik.
- DPKDI — Dana Pendamping Karya untuk Distribusi Internasional.
- PKKI — Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.
- DKPM — Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro.
- KOPK — Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya.
-
Catatan Batas Penting
- SI tidak menerima Perseorangan.
- DI hanya untuk Lembaga.
- KS hanya untuk Lembaga dan bersifat invitation-only.
- PKB hanya untuk Lembaga.
- SCH tidak menerima Perseorangan.
FAQ Singkat
Pertanyaan yang paling sering muncul pada tahap ini.
Apakah semua program punya karakter pendanaan yang sama?
Tidak. Tiap program punya fokus keluaran, jenis kegiatan, dan syarat yang berbeda. Karena itu pemetaan program harus dilakukan lebih dulu.
Kalau saya lembaga, apakah otomatis bisa ikut semua program?
Tidak otomatis. Meski lembaga cenderung punya opsi lebih luas, Anda tetap harus memastikan fokus kegiatan cocok dengan tujuan program.
Kenapa perlu program cadangan?
Program cadangan membantu Anda tetap punya jalur jika kesiapan dokumen atau fokus kegiatan berubah saat penyusunan proposal.
Sumber Daya Terkait
Gunakan tautan ini untuk mempercepat pengerjaan.